Showing posts with label Visi. Show all posts
Showing posts with label Visi. Show all posts

Tuesday, January 5, 2016

Sistem Pendidikan Integral

Pendidikan menurut pandangan Ustad Idris sebagai memanusiakan manusia, sedangkan arti integral sendiri ialah bulat atau utuh. Sehingga dapat disimpulkan pendidikan integral secara garis besar merupakan bentuk pengajaran tentang nilai-nilai kemanusiaan yang utuh, arti utuh disini dapat diartikan sesuai fitrah manusia. Dan fitrah manusia yaitu memiliki kecenderungan beriman terhadap ke-Esaan Tuhan. Tauhid. Kemudian dengan adanya suatu sistem, diadakannyalah tujuan akhir dari berbagai displin ilmu itu mengarah kepada keimanan terhadap Allah SWT.

Sebagian besar tubuh manusia terdiri dari air. Sehingga saya mencoba merefleksikan hal tersebut, jika ingin melakukan sebuah pengajaran terhadap manusia salah satunya ialah bagaimana memahami dan mengetahui konsep air, siklus air, sifat air, maupun manfaat dari air itu.

Konsep air, saya pernah mengetahui bagaimana penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan Jepang tentang bentuk air akan berubah bila dibacakan sesuatu padanya. Bentuk air dalam satuan mikro akan berbentuk indah dan teratur bila dilantunkan kata-kata indah, kata-kata pujian bahkan ayat-ayat al-Qur’an; pun sebaliknya jika diberi kata-kata semacam umpatan atau makian maka bentuk air jika dilihat dalam mikroskop akan berbentuk runcing-runcing tak beraturan. 

Siklus air hujan dalam Qur’an surat Ibrahim ayat 32, as-Sajdah ayat 27 dan surat az-Zumar ayat 21 merupakan sebuah alur yang sangat kompleks, dimulai dari air laut yang menguap kemudian menjadi awan-awan yang beriringan menuju atas perbukitan atau gunung dan menurunkannya hujan, sehingga air hujan tersebut bermuara lagi menuju lautan. Ini adalah sebuah perenungan bahwasanya pendidikan itu berlangsung terus menerus, berputar, mengalir dari Sang Pemilik Ilmu kepada para Nabi dan Rasul, kemudian para Sahabat Tabi’in Tabi’ut Tabi’in lalu diteruskan oleh ulama-ulama akhirnya mengalir kepada kita. Kesadaran bahwa kita akan berawal dan berakhir kepada Allah SWT. Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un.

Setidaknya ada beberapa sifat air. Meresap melalui celah-celah, pengajaran kepada siswa harusnya jeli mengambil celah-celah apa yang disukai oleh siswa dalam metode belajarnya masing-masing. Kapilaritas, ilmu hendaknya disampaikan secara perlahan atau merambat dari yang mudah dimengerti hingga naik pada tingkatan selanjutnya. Permukaan tenang/datar, pendidikan integral membutuhkan tingkat kesabaran atau ketenangan dalam pembelajarannya, bahkan juga dibutuhkan beberapa pengulangan agar siswa benar-benar faham. Menempati ruang, dalam artian pertemuan guru dan murid harus dalam satu dimensi ruang, sehingga benar-benar ada proses transfer keilmuan tersebut. Menekan keseluruh penjuru, seyogyanya pendidik juga memberikan penekanan-penekanan terhadap sebuah materi hingga diakhiri materi tersebut tanpa sedikitpun keraguan didalamnya.

Manfaat air. “… lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak…” QS Yunus ayat 24. Dan manfaat air dapat direpresentasikan menjadi kemanfaatan dari hasil pendidikan integral tersebut kepada masyarakat. Menumbuhkan sifat yang bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya. Menimbulkan sikap kebijaksanaan dalam pemanfaatan hewan, tumbuhan, dan hasil alam lainnya.

Thursday, January 23, 2014

Inginku Ke Kampung Kauman

Kota Jogjakarta atau Yogyakarta, mungkin sudah tak asing lagi bagi rakyat Indonesia khususnya. Berbagai tempat wisata dan bermacam wisata alam terhampar di tanah Kraton tersebut. Hingga membuat orang ingin sekali atau dua kali mengunjunginya, bahkan mereka yang telah mengunjunginya ingin kembali dan kembali lagi ke Jogja. Tapi, tak semua orang berkesempatan untuk mengunjungi Jogja dalam waktu dekat, entah itu sibuk entah itu karna biaya, entahlah. Pun juga demikian denganku, ingin sekali ku mengunjungi destinasi wisata yang paling ter- di pulau Jawa itu.

Bukan karna ku ingin ke tempat wisata, bukannya mauku berpelesir alam, tetapi inginnya saya mengunjungi Kampung Kauman, kampung bersejarah pada jamannya. Kampung yang menawarkan saksi bisu perjuangan Islam tempo dulu. Menurut banyak cerita dan kabar disana lahirnyalah seorang ulama sekaligus pahlawan kemerdekaan yaitu, KH Ahmad Dahlan atau dulunya bernama M. Darwis. Pendiri organisasi Muhammadiyah, ormas Islam yang masuk kategori tertua di Indonesia. Meskipun aku bukan seorang anggota ormas Muhammadiyah, tapi entah mengapa sangat inginnya diriku mengunjungimu wahai Kauman. Mungkin bila Allah mengijikan, diriku kan mendatangimu seorang diri wahai Kauman yang bersejarah.

Berikut foto-foto yang saya ambil dari website www.yogyes.com
Masjid Agung
Kampung Kauman
Gapura Kauman
Selain bisa melihat nama-nama pejuang kemerdekaan yang meninggal pada masa perang, anda juga bisa menemui salah satu pejuang yang kini masih hidup. Satu diantaranya adalah H. Dauzan Farook yang tinggal tak jauh dari pintu keluar kampung Kauman. Menurut ceritanya, saat perang kemerdekaan, ia ikut bergerilya bersama Panglima Besar Jendral Sudirman. Beberapa foto bersama sang panglima besar, newsletter pada masa perang kemerdekaan, dan berita-berita dari koran saat itu hingga kini masih disimpannya.
Di rumah Dauzan, anda juga akan mengetahui bahwa sampai kini pun ia masih berjuang. Ia mendirikan sebuah perpustakaan yang dikelola mandiri bernama Perpustakaan Mabulir.