Seperti biasanya, membaca buku di sebuah taman adalah aktifitas favorit, hampir semua orang melepas lelah malam itu setelah seharian beraktifitas.
Kontras sekali rasanya, mereka hendak melepas lelah setelah aktifitas, sedang membaca ini pun masih aktifitas.
Kembali pada sebuah taman. Dibaliknya satu persatu lembar demi lembar, fokusnya hanya pada tulisan tak menghiraukan orang berlalu-lalang.
Hingga datanglah seorang bocah kecil duduk sebelahan, sambil sesekali terisak menangis ia berkata sedikit yang tertangkap, "kak, adek janji gak akan nakal lagi."
Membayang sambil membaca, pasti bocah ini tak menurut apa kata kakaknya.
Tapi, bocah tersebut tetap terisak-isak dan tak ada yang sepertinya mencoba menenangkan.
Ditutup buku dan berhenti membaca, dilihat bocah kecil ini duduk sendirian tanpa ada subyek yang disebutnya "kak" tadi.
Ditanya "adik kecil, kakakmu dimana, tadi sepertinya kamu berbicara dengan kakakmu".
Anak kecil itu menjawab, "aku bicara pada kakak yang sedang membaca disebelahku"
"lho kok, trus kamu nakal seperti apa ?"
"aku nakal karna aku mengganggu kakak yang sedang membaca" jawab anak itu.
"aku ingin kakak memperhatikanku", imbuhnya bocah kecil itu.
"iya, ini diperhatikan kok"
"aku ingin kakak menurunkan ibuku yang ada diatas situ" sambil menunjuk pohon beringin.
Sontak melihat beringin dari bawah ke atas, tak ada apa-apa.
"dimana di...", tak diteruskannya pertanyaan saat menoleh ternyata bocah itu tak ada lagi.
Melihat lagi di atas pohon beringin ternyata ada seorang perempuan paruh baya, dengan leher terjerat tali.
Pingsan.
---------------
Aku mencoba membangunkan seorang anak muda yang pingsan dengan buku yang ada di tangannya.
Membantunya duduk, sembari aku bertanya kenapa dia pingsan.
Ia berkata saat membaca buku, dia teringat saat kecil ibunya yang mati bunuh diri. Lalu tiba-tiba pandangannya kabur karna air mata, lalu sudah tak sadar setelah itu. Sampai aku membangunkannya tadi.
3 November 2015 06:38 PM
Kontras sekali rasanya, mereka hendak melepas lelah setelah aktifitas, sedang membaca ini pun masih aktifitas.
Kembali pada sebuah taman. Dibaliknya satu persatu lembar demi lembar, fokusnya hanya pada tulisan tak menghiraukan orang berlalu-lalang.
Hingga datanglah seorang bocah kecil duduk sebelahan, sambil sesekali terisak menangis ia berkata sedikit yang tertangkap, "kak, adek janji gak akan nakal lagi."
Membayang sambil membaca, pasti bocah ini tak menurut apa kata kakaknya.
Tapi, bocah tersebut tetap terisak-isak dan tak ada yang sepertinya mencoba menenangkan.
Ditutup buku dan berhenti membaca, dilihat bocah kecil ini duduk sendirian tanpa ada subyek yang disebutnya "kak" tadi.
Ditanya "adik kecil, kakakmu dimana, tadi sepertinya kamu berbicara dengan kakakmu".
Anak kecil itu menjawab, "aku bicara pada kakak yang sedang membaca disebelahku"
"lho kok, trus kamu nakal seperti apa ?"
"aku nakal karna aku mengganggu kakak yang sedang membaca" jawab anak itu.
"aku ingin kakak memperhatikanku", imbuhnya bocah kecil itu.
"iya, ini diperhatikan kok"
"aku ingin kakak menurunkan ibuku yang ada diatas situ" sambil menunjuk pohon beringin.
Sontak melihat beringin dari bawah ke atas, tak ada apa-apa.
"dimana di...", tak diteruskannya pertanyaan saat menoleh ternyata bocah itu tak ada lagi.
Melihat lagi di atas pohon beringin ternyata ada seorang perempuan paruh baya, dengan leher terjerat tali.
Pingsan.
---------------
Aku mencoba membangunkan seorang anak muda yang pingsan dengan buku yang ada di tangannya.
Membantunya duduk, sembari aku bertanya kenapa dia pingsan.
Ia berkata saat membaca buku, dia teringat saat kecil ibunya yang mati bunuh diri. Lalu tiba-tiba pandangannya kabur karna air mata, lalu sudah tak sadar setelah itu. Sampai aku membangunkannya tadi.
3 November 2015 06:38 PM

No comments:
Post a Comment