Thursday, July 31, 2014

Satu Kata dan Satu Nama Tersebut Banyak Minggu Ini

Bagaimana kamu bisa bilang "wis ora usah dipikir" ??
Padahal Ku tlah merasakan pukulan keras atas kesalahanku sendiri
Hingga mata ini enggan menutup istirahat
Hingga otak ini enggan berhenti berfikir

Bagaimana kamu bisa bilang "wis ora usah dipikir" ??
Padahal Ku tlah merasakan terjepitnya sesak oleh bodohku sendiri
Hingga jantung ini berdebar hebat
Hingga hati ini resah tercibir

Sunday, July 20, 2014

Malam Minggu Galau

Ku menerjang lebatnya hujan...
Bukan hendak menyakiti diri sendiri,
Tapi hanya untuk 1 tujuan !
Hendak melunturkan sakit ini bersama guyuran hujan.

Ku memacu kencang kendaraan...
Bukan hendak menyakiti diri sendiri,
Tapi hanya untuk 1 tujuan !
Hendak menghempaskan sakit ini bersama hembusan angin.

Ku keluar berjalan larut malam...
Bukan hendak menyakiti diri sendiri,
Tapi hanya untuk 1 tujuan !
Hendak menggantikan  sakit ini bersamaan dengan bergantinya hari.

Tuesday, June 24, 2014

Tanpa Judul

Ya Robb,...
Engkau yang maha besar Ya Robb.
Aku tak meragukan kebesaran-Mu atas sekalian langit dan bumi.

Ya Robb,...
Engkau yang maha berkuasa Ya Robb.
Aku pun tak meragukan kuasa-Mu atas segala makhluk di bumi dan langit.

Ya Robb,...
Engkau mampu menerbitkan matahari dari timur ke barat,
Dan bukan mustahil pula bagi-Mu menerbitkannya dari barat tenggelam ke timur.

Ya Robb,...
Engkau dapat membuat gelombang air laut yang menenangkan.
Tapi Engkau juga dapat mengubahnya menjadi tsunami yang menyapu insan di bumi.

Ya Robb,...
Engkau menjadikan gunung-gunung sebagai hiasan dan pasak-pasak.
Namun Engkau juga berhak tiba-tiba meluberkan lava hanya dengan kun fayakun.

Ya Robb,...
Aku sungguh tak meragukan kuasa-Mu membolak-balikkan hati manusia.
Dan sungguh sangat kecil sekali itu bagi-Mu Ya Allah...
Maka hamba mohon dengan sangat, bolak-balikkanlah hatinya Ya Allah.
Hamba mohon dengan sangat Ya Allah, hamba mohon dengan sangat.

Tuesday, April 8, 2014

aku ialah si Air Keruh (Pengantar)

Air Keruh ...
Mungkin dua kata tersebut pas disematkan kepada diriku.
Air keruh, air kotor yang bila bercampur dengan air bersih maka akan merubah air bersih itu menjadi air keruh pula.

Akulah air keruh, manusia kotor yang bila bercampur dengan manusia-manusia baik, cepat ataupun lambat, sadar maupun tanpa sadar manusia baik tersebut menjadi kotor pula seperti diriku.

Sehingga aku singkirkan diriku dari orang-orang baik sekitarku, menjerit meradang dalam diri. Aku takut bila stok orang-orang baik di muka bumi ini berkurang bila aku tempatkan diriku ditengah-tengah mereka.

Ada sebuah praktis ilmiah menerangkan "bila ada air keruh dalam satu gelas, maka guyur terus menerus dengan air bersih hingga tumpah hingga hilang air keruh itu. Lalu jadilah tertinggal air bersih dalam gelas tersebut."

Akupun takut, bila diriku berada dalam suatu kondisi dimana diriku sudah nyaman, kemudian berganti bertambah terus bertambah orang-orang baik pada kondisi tersebut maka aku akan terbuang tersingkir "terinjak" dan tak punya tempat lagi hanya untuk sekedar berteduh dengan payung yang disebut teman.

Pun juga, seperti berita cerita sekarang. Buat apa mengunjungi tempat wisata air, yang air itu keruh. Sepi sungguh sepi tempat wisata.

Dan begitu pula diriku, buat apa orang-orang yang ku sebut teman (padahal mereka tak menyebutku teman sama sekali)  mendatangiku mengunjungiku bila diriku keruh. Ternoda, bahkan lebih jijik dari nanah, pun bahkan perilakuku seperti karang menorehkan luka.

Sungguh diriku Air Keruh, ku menyingkir sendiri ataupun ku tersingkir oleh kondisi. Tetap, aku menjadi terkucil. Seperti bermain petak umpet, diriku yang jaga diriku pula yang ku cari.

Thursday, March 27, 2014

Lagu Kinanti


ciptaan Sunan Kalijaga

Bismillahi - sun pitutur
Pitutur laku basuki
Ing donya tum'keng delahan
Meng sumungkem mring Ilahi
Harisik laku duraka
Asih tresna mring sasami

Artinya :
   Bismillahi ku mewejang
   Mewejang laku selamat
   Di dunia sampai akherat
   Hanya taat kepada Tuhan
   Kasih sayang kepada sesama insan.

Thursday, February 27, 2014

Eross & Okta - Gie

sampaikanlah pada ibuku
aku pulang terlambat waktu
ku akan menaklukan malam
dengan jalan pikiranku 

sampaikanlah pada bapakku
aku mencari jalan atas semua keresahan2 ini
kegelisahan manusia
rasalah malam yang dingin

tak pernah berhenti berjuang
pecahkan teka teki malam
tak pernah berhenti berjuang
pecahkan teka teki keadilan

berbagi waktu dengan alam
kau akan tahu siapa dirimu yang sebenarnya
hakikat manusia

tak pernah berhenti berjuang
pecahkan teka teki malam
tak pernah berhenti berjuan
pecahkan teka teki keadilan

akan aku telusuri
jalan yang setapak ini
semoga aku temukan jawaban...

Monday, January 27, 2014

Hayatilah Ini...!!

Akankah mentari mundur seketika kembali dari tempat ia terbit.
Bukankah tidak masuk akal bisa manusia dilahirkan tua, lalu tumbuh jadi balita.
Tak engkau pikirkankah masa depan menyerbumu.
Tapi tak sekali-kalipun kau maju bergerak menyambut mereka.
Kau hanya tiarap, dan takut akan masa depan tersebut.

Laluilah jalan kedepan, buatlah jalan yang baru.
Dengan tak pernah lupakan jalan dibelakang yang dipenuhi lumpur sejarah.
Mentarilah yang tunduk akan waktu itu. Sebagaimana waktu tunduk pada Rabb-Nya.
Dataranlah yang menjorok kedalam, bukannya gunung yang tinggi menjulang.
Tetap Allah berada pada puncak yang tertinggi.

Laluilah ingatan dan pikranmu akan masa depan yang samar namun pasti.
Daripada masa lalu yang jelas tapi basi.
Mengertilah masa lalu hanya deretan masa depan.
Masa depan sebelum yang namanya masa lalu itu terjadi.