Saturday, December 5, 2015

LINE 27 Oktober "buk, sebenarnya kita kaya yah"

"buk, sebenarnya kita kaya yah"
-------

Sebuah kalimat yang terucap secara lisan dari seorang anak kepada ibunya. Entah kalimat tersebut pertanyaan atau pernyataan, karna intonasi dari seorang anak kecil yang mengambang.

Kalau terlihat dari keluarga kecil mereka yang hanya tinggal di satu petak kos, tentu kaya yang seperti apa yang dimaksud anak kecil tersebut ??

Ataukah jangan-jangan dibalik tempat tinggalnya ini, mereka (keluarga kecil) mempunyai sertifikat tanah di desa-desa asal mereka.

Hmmm... Atau oke lah, kita sepakat bahwa anak kecil itu polos.

Brarti kita juga sepakat kekayaan yang dimaksudnya bukan harta, melainkan kekayaan yang lebih membahagiakan, yaitu keluarga yang utuh itu sendiri.
Tapi, sungguh kah mulut-mulut mungil anak kecil berkata sedalam makna tersebut ??

Dari kedua opsi diatas, kita patut menarik dari zaman mana kah anak kecil itu berasal ??
Kalaupun di zaman milenium seperti sekarang, tentu yang keluar dari mulut anak kecil tersebut adalah sebuah cerminan tiruan apa yang media televisi tontonkan.

(Tak mengapa kita berbeda cara pemandangan dalam sebuah peristiwa, tapi tak bisa dielakkan bahwa inilah polusi bahasa secara sederhana.)

27 Oktober 2015 02:19 AM

LINE 26 Oktober

Bagaimana bisa menarik hati ??
Kalo tidak dikeluarkan hati tersebut untuk ditarik.

Bukankah,
"Karna hati itu cermin. Ketika engkau serahkan seluruh cinta, yang engkau cintai akan memantulkan seluruh cintanya kepadamu"

26 Oktober 2015 02:30 PM

LINE 23 Oktober

"kalaupun kita tahu dunia besok kiamat, hari ini kita masih harus tetap menanam."
---------

Menanam apa saja baik moril maupun materil.

23 Oktober 2015 07:37 PM

LINE 15 Oktober

#BukanCeritaSebenarnya part of 3

Setelah turun dari ketinggian puncak Gunung Kabut, ku turunkan badanku menuju ketinggian mimpi.

Yg masih teringat sebelum tidur, sekitaran tenda ramai akan bincang2 orang. Terbangun pun demikian, masih ramai bersuara orang.

Ada momentum, ada sesuatu waktu antara sadar atau bawah sadar dari rentang waktu tidur tersebut.

------
Aku terduduk, masih ditenda yg sama, dalam hati "kok sepi ??" sembari melihat kanan-kiri. Mulai takut, aku ikut hening dalam hati.

"oh shitt, bener2 sepi".

Anehnya, hati tiba2 menyuruh raga untuk berbaring lagi, dan menutup mata agar tertidur dalam mimpi tidurku sendiri.

-----
Bangun seperti masuk dunia manusia lagi, telinga mendengar suara, mata melihat keriuhan, tapi hati tetap bertanya tanpa pertanyaan (heran).

Mungkin aku tertidur di puncak bayangan, yg berbayang/bercermin hati.

Suatu saat nanti, semoga terulang lagi dan ku coba lagi. Mungkin ada seseorang yg nanti ku tanyai di mimpi.

Nb : #Penanggungan2k13

15 Oktober 2015 06:40 AM

LINE 10 Oktober

#BukanCeritaSebenarnya

Aku duduk lesehan di sebuah forum, tema malam dini hari ini adalah "Meng-kulit-i Diri Sendiri"

Bibir gelas berisi kopi dan bibirku berpagutan saat pembicara menebar pertanyaan "Siapa kamu ..."

Beberapa tetes kopi mengendap dalam mulut, sembari menjawab dalam hati diriku adalah joko wahyu sampurno.

"sebenarnya ?" pembicara melanjutkan entah terdengar sadar atau alam bawah sadar yg menerima.

Kepala terasa berat karna kaffein kopi, bilik dan serambi jantung seakan bertambah jumlahnya karna terasa sangat berdetak.

"kamu kate lapo ? (kamu mau apa ?)" pembicara terus menebar. "aku kate lapo ? (aku mau lakukan apa ?)"

-----

Tiba2 aku terbangun di ruangan dengan tangan dan kaki terikat.

"sampeyan tadi disana teriak kemudian ngamuk2 kayak orang kesurupan mas", kata seorang penjaga saat kutanya kenapa aku diikat.

-----

Aku hanya mengingat, semua orang di forum itu menyerang orang yg disebelahku dan aku hanya diam karena kepala terasa berat.
Mungkin bukan orang, seperti aura warna corak dimensi.

Jika hijau campuran kuning dan biru, justru corak kuning dan biru tak menghijau, ada garis tegas disana.

#BukanCeritaSebenarnya

Nb : bagian cerita diatas perumpamaan serangan dari pemikiran2 banyak orang.

10 Oktober 2015 07:30 AM

LINE 10 Oktober

aku dibawah pohon yg tak cukup lebat, namun sejuknya mampu mengawalku ke jurang mimpi, dan terjunlah

-----

Saat ku membuka mata, aku terkejut dan terperanjat, siapa orang ini tiba2 melihatku lurus berjarak 5 cm.

Dalam terkejutku, ia memanggil, ada corak aneh di dirinya saat kuperhatikan, aku dan dia, atau kami, menyerupai wajah yg sama.

"Kesini lah kamu, aku adalah joko dalam fikiranmu.
Dan engkaulah joko dalam fikiran orang-orang", ujarnya dia.

Aku ingin bicara tapi bingung mau bicara apa, atau benar kata dia, aku adalah fikiran orang-orang, dan karna tak ada orang lagi disini jadilah aku diam.

"Kami atau kita satu kesatuan sel yg sama namun dalam independent of character yg sangat berbeda."

"Joko, aku yg dalam fikiranmu adalah joko yg ingin bertindah semauku", klaim dia.

"Sedang engkau joko sangat munafik, bertindak dan berfikir atas kehendak pikiran2 orang lain", bicara sedikit dengan notasi meninggi.

-----
Seketika aku terbangun masih dibawah pohon yg sama, agak terasa berat juga kepala.

#BukanCeritaSebenarnya

Diambil dari LINE jokowahyus 10 Oktober 2015 05:48 AM

Monday, November 2, 2015

Dewiii....

Dewi, ingatkah engkau pada waktu-waktu dulu dewi ??
Sesaat sore hari kita saling kejar di tepi danau taman hidup, tak ada sesiapapun, hanya berdua. Menendang-nendang genangan air untuk kita saling menggoda satu dengan yang lain.

Sesaat matahari seakan membakar langit dari ufuk barat. Kita bergandengan saling menyilangkan jari-jari kita, berjalan menuju dermaga.
Dan ingatkah juga, saat kita saling memberi usulan nama pada dermaga itu dewi ??
Lalu kita sepakat menamai dermaga cinta.